Minggu, 06 Desember 2015

Reses Anggota DPR RI Juliari Di Kendal

KENDAL, – Anggota Komisi VI DPR RI Juliari Batubara mengingatkan, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) harus segera memiliki badan hukum. Hal ini dilakukan agar bantuan dari pemerintah pusat tetap digulirkan setelah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri sudah berakhir.

“PNPM statusnya digantung apakan akan terus apa sudah selesai. Saat ini bantuan pemerintah hanya bisa disalurkan melalui lembaga yang sudah mempunyai badan hukum. Salah satu yang mudah untuk penyaluran bantuan adalah lembaga koperasi,” ujar Juliari Batubara saat kunjungan kerja di Kendal Minggu (06/12).

Menurutnya, BKM yang awalnya menyalurkan bantuan dari pemerintah sayang jika kemudian akan mati setelah program pendampingan PNPM Mandiri sudah tidak lagi bergulir. Padahal keberadaan BKM sendiri sangat membantu masyarakat, khususnya Usaha Makro Kecil Menengah (UMKM).

“Sayang kan jika BKM yang sudah terbentuk dan berjalan baik saat menyalurkan bantuan melalui PNPM tidak lagi berfungsi. Untuk itulah saya menyarankan untuk beralih atau menjadi koperasi. Pasalnya jika sudah mempunyai badan hukum, bantuan dari pemerintah bisa kembali didapatkan untuk kesejahteraan rakyat,” imbuh anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Juliari mengatakan, setelah program PNPM tidak lagi digulirkan pemerintah belum mempunyai program serupa yang ditujukan untuk membantu masyarakat kecil. “Saat ini PNPM sedang dievaluasi pemerintah dan sekarang ada Lembaga Penyaluran  Dana Bergulir (LPDB) yang nantinya menyalurkan bantuan pemerintah ke masyarakat bawah,” katanya.


Lebih lanjut Juliari mengatakan, saat ini memang pemerintah sedang menggalakan agar koperasi diberdayakan karena lembaga ini mampu bertahan di era persaingan bebas khusunya bagi masyarakat kecil.

Sementara itu Kordinator BKM Kecamatan Kota Kendal, Baharudin mengatakan saat ini ada 57 BKM yang ada di Kendal masih berjalan meski tidak lagi mendapat aliran bantuan dari PNPM. Sejumlah BKM mendapatkan bantuan dari  Program Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman (P2KKP) dan bantuan dari Cipta Karya melalui PLPBK.

“Di kota Kendal ada 20 BKM dan masih aktif, kita memang sudah disarankan untuk menjadi lembaga yang berbadan hukum. Namun banyak kendala terutama pengurusan izin sebagai lembaga berbadan hukum membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” jelasnya.

Dikatakan, dana pendampingan dari pemerintah daerah saat ini juga belum ada sehingga BKM yang masih berjalan mengandalkan dari simpan pinjam atau operasional dinas cipta karya.

“Kita sudah mensosialisasikan agar secepatnya BKM ini mempunyai badan hukum minimal di tahun 2016 sudah semua sehingga dapat kembali mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat,” pungkasnya. 

Senin, 23 November 2015

Pemuda Harus Memiliki karakter dan moralitas kebangsaan







Semarang, 23/11 (InfoJatengNews.com) – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Juliari P Batubara menegaskan orang yang pintar, tetapi tidak memiliki karakter berbangsa adalah percuma.

“‘Pinter’, namun tidak punya karakter dan moralitas sesuai dengan empat pilar kebangsaan, tidak ada gunanya,” katanya di sela “Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan” di SMA Negeri 1 Semarang, Minggu.

Menurut politikus PDI Perjuangan itu, masyarakat semuanya memiliki hutang kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang harus dibayar dengan cara berkontribusi bagi bangsa.


Hutang itu, kata dia, tidak bisa dibayar dengan uang, tetapi dengan memberikan kontribusi dan berguna bagi bangsa dan negara dalam berbagai bidang kehidupan, terutama kalangan anak muda.


“Kita hidup di Indonesia. Yang namanya utang itu, harus dibayar. Cara membayarnya bagaimana? Ya, bagaimana berguna bagi bangsa dan negara,” kata anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I itu.

Ari, sapaan akrab Juliari mengatakan ada banyak bidang kehidupan yang bisa disumbangkan kontribusinya oleh generasi muda, seperti bidang olahraga, organisasi, kebudayaan, dan teknologi.

Ia mengatakan hutang itu harus dibayar dengan prestasi, namun jangan secara sempit diartikan hanya pintar secara akademis karena akan percuma tanpa adanya bekal karakter dan moralitas kebangsaan.


“Bagaimana jadi pintar itu gampang, yakni dengan belajar. Namun, bagaimana itu disertai dengan kesadaran berbangsa yang memiliki cara hidup sesuai dengan empat pilar kebangsaan,” katanya.

Pancasila sebagai pilar utamanya, kata dia, harus menjadi landasan karakter kebangsaan, sebagaimana dimiliki Jepang dan Korea yang mampu bangkit dari keterpurukan dan sekarang ini menjadi negara maju.

“Ingat pengeboman Kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang. Semuanya hancur lebur. Namun, mereka mampu membuktikan bahwa jiwa dan semangat mereka tidak kalah dengan kedahsyatan bom atom,” pungkasnya.

Sementara itu, budayawan St Sukirno mengatakan jangan pernah merasa Pancasila hanya karena sekali mengikuti sosialisasi empat pilar kebangsaan, sebab tanpa kemauan dan upaya akan sia-sia.

“Sebagai contoh, apakah pasti menjadi dalang itu karena anak seorang dalang? Belum tentu. Banyak anak dalang yang tidak bisa ‘ndalang’, namun ada yang bukan anak dalang justru mahir ‘ndalang’,” katanya.


Artinya, kata mantan Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Semarang itu, harus ada kemauan, upaya, dan latihan secara berulang terhadap sesuatu agar bisa memahami, sama seperti Pancasila. (Bj)

Jumat, 13 November 2015

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Oleh Anggota MPR RI Juliari P Batubara

      Anggota MPR RI Juliari P Batubara
Sesi tanya jawab dengan peserta yang hadir dalam sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan 

            Foto bersama peserta 
Foto bersama OKP kota semarang yang bertempat di hotel andelir semarang (10/11/2015)

Selasa, 10 November 2015

Jangan Pernah Minder Menjadi Warga NKRI


Semarang, 10/11 (InfoJatengNews.com) – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Juliari P Batubara mengatakan bangsa Indonesia jangan pernah merasa minder dan tidak merasa sebagai bangsa yang besar.

“Bangsa Indonesia ini bangsa yang besar. Hanya kita mungkin yang sering merasa minder,” katanya saat Sosialisasi Empat Pilar Bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Semarang, Selasa.

Hadir puluhan anggota OKP, seperti Pemuda Pancasila, karang taruna, dan elemen mahasiswa, di antaranya badan eksekutif mahasiswa (BEM) pada sosialisasi yang digelar di Hotel Andelir Semarang.


Menurut anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi industri, perdagangan, dan koperasi itu, jangan pernah mengerdilkan diri sendiri sebagai bangsa, apalagi di hadapan bangsa-bangsa yang lain.

Merefleksikan Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November, Ari, sapaan akrab Juliari mengatakan semangat kebangsaan sebagai bangsa besar yang dimiliki pahlawan harus diteladani.

“Utamanya, kalangan generasi muda. Saya merasa semangat dan wawasan kebangsaan sekarang ini sudah mulai luntur, terutama di kalangan generasi muda,” kata politikus PDI Perjuangan tersebut.

Pada kesempatan itu, ia mencontohkan saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang semestinya dipimpin oleh dirigen yang benar-benar mengerti nada dasar lagu ciptaan WR Supratman itu.

“Memang ini persoalan ‘simpel’, tetapi penting. Penyebutannya tadi juga cuma lagu Indonesia Raya. Bedanya apa dengan lagu pop, dan lainnya. Harusnya lagu kebangsaan Indonesia Raya,” katanya.

Meski sempat lama di Amerika Serikat untuk berkuliah, Ari merasa bangga sebagai bangsa Indonesia dan tidak pernah ingin menjadi orang atau warga negara lain meski sebenarnya memungkinkan.

“Bagaimana orang Indonesia? Ya, harus memiliki cara hidup seperti Pancasila. Pancasila bukan sekadar ideologi, namun cara hidup yang benar-benar dijiwai oleh seluruh bangsa Indonesia,” katanya.


Setiap orang, kata dia, tentu memiliki aturan sendiri dalam keluarganya, namun ketika ke luar rumah tidak boleh seenaknya menggunakan aturannya sendiri karena sudah ada aturan terikat.

“Makanya, kenapa ada konflik warga, dan sebagainya? Karena cara hidupnya sudah tidak sesuai Pancasila lagi. Perbedaan yang selalu ditonjolkan dan memaknai kebebasan dengan tanpa batas,” pungkasnya. (Ant/ BJ)


Selasa, 03 November 2015

Kunjungan Kerja DPR RI Juliari P Batubara


Kunjungan Kerja Juliari P Batubara komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan di Kecamatan Semarang Utara 
Foto : Juliari P Batubara sedang memaparkan program progam kerja yang pro rakyat Seperti Koperasi dan UMKM 



Juliari P Batubara bersama Anggota DPRD kota semarang Kadarlusman (pilus) 
Juliari P Batubara memberikan santunan kepada anak yatim di kelurahan panggung lor kec semarang utara 

Rabu, 21 Oktober 2015

PDIP Yang Pertama Meluncurkan Rekening Partai

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan membuka rekening dana partai yang ke depannya bisa diaudit secara profesional dan transparan. Rekening ini akan diluncurkan pada Selasa (20/10/2015) besok, bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya hendak menjadikan momentum satu tahun pemerintahan Jokowi-JK untuk menegaskan komitmen di dalam perjuangan mewujudkan Trisakti.

Trisakti yang dia maksud yakni menekankan perjuangan untuk mewujudkan pemerintah berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara budaya.

"Kedaulatan di bidang politik tidak bisa dilepaskan dalam mewujudkan keberdikarian di bidang ekonomi. Keduanya saling terkait," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/10/2015).

Hasto mengungkapkan, dalam struktur APBN terlihat bahwa sejak zaman Orde Baru hingga sekarang, struktur anggaran selalu dibuat defisit. Pembiayaan defisit melalui utang.

"Politik utang inilah yang menjadi simbol melemahnya kedaulatan di bidang politik," ujarnya.

Wakil Bendahara Umum DPP PDI-P Juliari Batubara menambahkan, Rekening Partai yang dibuat atas kerjasama dengan BRI dan BCA tersebut, tidak hanya menampung iuran anggota, namun sekaligus menampung gotong royong dari pihak lain yang senafas dan seaspirasi dengan perjuangan partai.

PDI-P pun menggandeng akuntan publik ternama untuk secara periodik mengaudit rekening dana gotong royong tersebut. "PDI-P tercatat sebagai partai pertama yang merancang konsepsi keuangan partai yang berdikari," kata Juliari.

Juliari P Batubara Saat Reses Di Kec Semarang Utara


Foto : Juliari Bersama Kadarlusman 
Foto : Juliari sedang memaparkan materi yang disampaikan kepada warga kec semarang utara  

Foto : Juliari memberikan santuanan kepada anak yatim / piatu dibkec semarang utara 


Minggu, 18 Oktober 2015

Juliari : Pemerintah Pusat Bisa Gelontorkan Modal UMKM Lewat Koperasi

Semarang, 18/10 (BeritaJateng.net) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Juliari P Batubara mengatakan tidak adanya koperasi membuat kalangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kesulitan mengakses permodalan.

“Selama ini, orang suka memandang remeh koperasi. Padahal, keberadaannya (koperasi, red.) sangat penting, termasuk untuk mempermudah dalam akses permodalan,” katanya di Semarang, Minggu.

Hal itu diungkapkan politikus PDI Perjuangan itu usai kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat atau resesnya yang dilakukan di Balai Kelurahan Panggung Lor, Kecamatan Semarang Utara.

Ari, sapaan akrab Juliari dari Komisi VI DPR yang membidangi industri, perdagangan, dan koperasi itu sangat prihatin sampai belum adanya koperasi yang menaungi UMKM di suatu wilayah.

“Termasuk di sini (Kelurahan Panggung Lor, red.). Pemerintah pusat jadi kesulitan untuk mengucurkan modal karena mereka tidak punya koperasi. Ini memang kelemahan pemerintah daerah,” katanya.

Menurut dia, pemerintah pusat sebenarnya memiliki alokasi anggaran untuk permodalan bagi kalangan UMKM yang disalurkan melalui koperasi sehingga laporan pertanggung jawabannya jelas.

“Kalau tidak ada koperasi, pemerintah pusat jadi kesulitan mengucurkan modal. Nanti (laporan pertanggung jawabannya, red.) bagaimana? Akhirnya, UMKM tidak jadi dapat bantuan modal,” katanya.

Makanya, Ari meminta pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kota Semarang untuk menggiatkan koperasi yang mewadahi kalangan UMKM dan para pedagang kecil agar mereka bisa terus berkembang.

“Banyak juga kan koperasi yang ‘mati suri’. Karena itu, Pemkot Semarang harus mendata, mana koperasi yang jalan, mana yang tidak jalan. Hambatannya dimana? Dicarikan solusi, dibina,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Camat Semarang Utara Djaka Sukawijana mengatakan sebenarnya sudah ada koperasi di wilayah itu, seperti koperasi karang taruna dan koperasi unit desa (KUD) di beberapa kelurahan.

“Beberapa kelurahan sudah merintis koperasi, seperti Kelurahan Panggung Lor, Kelurahan Bandarharjo, kemudian Kelurahan Tanjung Mas juga akan merintis koperasi wanita. Kami sangat mendukung,” katanya.

Menindak lanjuti apa yang disampaikan Juliari, Djaka mengatakan segera memfasilitasi pendirian koperasi dan memastikan agar koperasi yang terbentuk dikelola secara baik dengan manajemen yang sehat.

“Jangan sampai, koperasi hanya dimanfaatkan anggota untuk sekadar pinjam uang, tanpa melihat pemanfaatannya secara produktif. Apalagi, kalau kemudian pinjam koperasi untuk konsumtif,” katanya.

Anggota-anggota koperasi, kata dia, harus bisa memanfaatkan pinjaman untuk kegiatan produktif, serta akan diperkuat pula dengan pelatihan keterampilan dan administrasi pengelolaan koperasi. (Bj/ant)

Foto : Juliari memberikan santunan kepada anak yatim di kel Panggung Lor

Selasa, 06 Oktober 2015

Juliari Berharap Paket Ekonomi Jilid 2 Bisa Atasi Ekonomi



Foto : Juliari P Batubara Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan 

Dari kanan : Juliari P Batubara , Prof Hendrawan dan  Alex Lukman saat konfrensi pers di ruang Fraksi PDI Perjuangan (29/9/2015)

Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi seiring melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat.
Anggota Komisi VI DPR Juliari Batubara mengakui melemahnya nilai rupiah memiliki dampak yang berantai.
Salah satu yang terkena dampaknya yakni industri yang menggunakan bahan baku impor. Dimana biaya pembelian bahan baku mereka langsung naik.
"Banyak industri cukup besar memiliki utang dalam basis US Dollar. Bahan baku naik dan mulai membayar utang Dollar dengan kurs melemah," kata Juliari di ruang Fraksi PDI Perjuangan, Jakarta, Selasa (29/9/2015).
Akhirnya, kata Juliari, keadaan tersebut membuat tingkat solvabilitas atau kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya menjadi terganggu.
"Ini sekarang sudah mulai terganggu, emiten terganggu, PHK di beberapa industri. Utang basis Dollar. Dia tidak bisa menaikkan harga ke konsumen," kata Politisi PDI Perjuangan itu.
Akibatnya terjadi PHK di sejumlah industri. PDIP, kata Juliari sebagai partai pendukung pemerintah menghidari adanya PHK tersebut.
Pihaknya pun menantikan kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo agar lebih konkret menyelesaikan permasalahan.
Ia pun mengusulkan sejumlah hal agar dapat menyelesaikan persoalan saat ini.
"Kenapa BI tidak menurunkan suku bunga, atau corporate tax diturunkan. Pengusaha sudah berpuluh tahun tahan banting, tapi kurang diperhatikan pemerintah. Kalau paket banyak bingung implementasinya gimana, lemah di eksekusi. Kondisi saat ini semua pengusahan bersorak sorai kalau suku bunga diturunkan," ujarnya.


Minggu, 20 September 2015

DPR RI Juliari : Selama Benar, SKPD Jangan Takut Kerjakan Proyek


Semarang, 20/9 (Antara) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI Juliari P Batubara mengingatkan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) jangan takut selama bekerja benar dan sesuai aturan.



"Kalau mereka tidak main-main, ya, tidak usah takut," katanya di Semarang, Minggu, menanggapi minimnya penyerapan APBD Kota Semarang 2015 yang sampai Agustus baru 42 persen dari target 66 persen.

Salah satu penyebab minimnya penyerapan anggaran adalah adanya kekhawatiran jajaran SKPD melakukan proyek kegiatan atau ditunjuk menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK) bakal terjerat kasus hukum.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi VI DPR yang membidangi industri, perdagangan dan koperasi itu saat kegiatan reses atau serap kegiatan masyarakat di Kelurahan Srondol Wetan, Semarang.

Berdasarkan catatan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Semarang, penyerapan anggaran sampai Agustus 2015 baru Rp1.532.554.102.608 atau 42,28 persen dari pagu anggaran Rp3.624.178.827.000.

Dari sebanyak 52 SKPD di lingkup Pemerintah Kota Semarang, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral (PSDA-ESDM) Kota Semarang yang serapan anggarannya paling rendah.

"Penyerapan anggaran itu kan bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Kalau terlalu lambat, orang jadi 'nganggur', kontraktornya 'nganggur', pekerjanya 'nganggur', uangnya juga 'nganggur'," katanya.

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I itu menyayangkan jika minimnya penyerapan APBD karena adanya kekhawatiran SKPD dalam melaksanakan kegiatan akan tersangkut kasus hukum.

"Kalau mereka (SKPD, red.) khawatir, ya, berhenti saja. Takut 'ngapa-ngapain', ya, berhenti saja. Kalau mereka memang tidak mau 'main-main; tidak usah khawatir (terjerat kasus hukum, red.)," katanya.

Juliari menegaskan, akan terus mendorong Pemkot Semarang untuk melakukan penyerapan anggaran secara maksimal agar jangan sampai ada program yang berhenti sehingga pembangunan berjalan dengan lambat.

"Orang yang ditangkap itu kan orang yang 'main', mana ada orang yang ga 'bermain' kemudian ditangkap. Makanya, mereka (SKPD, red.) tidak usah takut kalau mereka memang tidak 'main-main'," katanya.

Pada kesempatan itu, Juliari juga menyampaikan adanya berbagai bantuan usaha dari pemerintah yang bisa diakses kalangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk membantu mengembangkan usahanya.

"Namun, wirausaha itu harus mulai dari diri sendiri dulu. Tidak boleh manja. Kalau ada yang kurang-kurang, ada program dari Kementerian Koperasi dan UMKM. Ya, mereka kan bisa ikut," katanya.
 

Hendrar Prihadi bersama Mbak Ita no 2

Foto foto saat mas Hendi dan Mbak Ita ambil no urut pilwalkot semarang

Anggota DPR RI komisi 6 Juliari P Batubara di Kecamatan Banyumanik



Minggu 20 september 2015- Juliari P Batubara Mengadakan reses di dapil pemilihannya jateng 1 yang meliputi Kota semarang kab kendal kota salatiga dan kab semarang. Untuk hari minggu ini Juliari mengadakan di kota semarang tepatnya di kecamatan banyumanik. Juliari P Barubara secara rutin mendengar dan menyerap keluhan atau aspirasi warga secara langsung untuk mengetahui berbagai macam persoalan yang di hadapi saat ini. Juliari P Batubara di dampingi juga oleh anggota DPRD kota semarang ketua Komisi C Kadarlusma (pilus). 
Dalam kesempatan ini Juliari yang duduk di komisi 6 yang membidangi BUMN, perindustrian dan UMKM mengatakan "bahwa kondisi perekonomian dunia saat ini sedang sangat sangat berat termasuk Indonesia"

Selain mendengarkan aspirasi atau masukan dari warga kecamatan banyumanik Juliari P Batubara juga memberikan bantuan kepada puluhan anak yatim setempat.