SEMARANG - Tingkat partisipasi masyarakat pada pemilu legislatif lima
tahun lalu makin menurun atau angka golongan putih (golput) hampir
mendekati 50%. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pesta
demokrasi, keaktifan KPU dalam menyosialisasi pentingnya memberikan hak
untuk memilih dinilai penting.
Wakil Bendahara Umum DPP PDIP
Juliari P Batubara pun berharap, selain KPU yang aktif menekan angka
golput, para caleg dan partai harus turut berpartisipasi menyosialisasi,
baik secara langsung maupun melalui media massa.
‘’Saya mengajak
masyarakat jangan golput, datanglah ke TPS pada 9 April mendatang.
Pilihlah calon berdasarkan kualitas caleg dan partai, mulai dari gagasan
hingga ide yang memang berpihak pada masyarakat,’’ katanya di sela-sela
Lomba Burung Berkicau Juliari P Batubara Cup 1 di Lapangan Pusponjolo,
Minggu (9/3) pagi.
Menurut Ari, sapaan akrab Juliari P Batubara,
kegiatan yang digelar bersama DPC PDIP Kota Semarang, DPAC PDIP Semarang
Barat itu menjadi salah satu bentuk kegiatan untuk mengingatkan warga
agar datang ke TPS pada 9 April dan tidak golput. Sebab, golput
merugikan masyarakat karena tidak akan memiliki ‘’saham’’ dalam
berbangsa dan bernegara.
Ketua Panitia Lomba Burung Berkicau
Juliari P Batubara Cup 1, Yoyok Murdiyanto mengatakan, lomba yang
digelar menjadi sarana bersilaturahmi antarpenggemar burung kicau di
Kota Semarang, Kendal, Salatiga, Ungaran, Demak, dan sekitarnya.
‘’Ada
tiga kelas yang kita lombakan, yaitu kelas mega, moncong putih, dan
PDIP. Burung yang dilombakan mulai dari kacer, murai batu, cucak hijau,
love bird, kenari, anis merah, cucak jenggot, pleci, pentet, dan
ciblek,’’ ujar Yoyok.
Mewakili Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi,
Camat Semarang Barat Ali Muhtar meminta kepada para pecinta burung
berkicau untuk mencintai lingkungan Kota Semarang dari flora hingga
fauna, serta terus menjadikan kota yang bersih dan asri.
‘’Di
Taman Madukoro, kemarin telah dilepaskan burung parkit dan jalak. Kami
minta seluruh masyarakat untuk ikut memelihara, jangan dibawa pulang
untuk dipelihara di rumah,’’ katanya. (H84-75,64)
sumber: http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/03/10/255052