Senin, 10 Maret 2014

Tekan Golput lewat Lomba Burung Berkicau


SEMARANG - Tingkat partisipasi masyarakat pada pemilu legislatif lima tahun lalu makin menurun atau angka golongan putih (golput) hampir mendekati 50%. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi, keaktifan KPU dalam menyosialisasi pentingnya memberikan hak untuk memilih dinilai penting.
Wakil Bendahara Umum DPP PDIP Juliari P Batubara pun berharap, selain KPU yang aktif menekan angka golput, para caleg dan partai harus turut berpartisipasi menyosialisasi, baik secara langsung maupun melalui media massa.
‘’Saya mengajak masyarakat jangan golput, datanglah ke TPS pada 9 April mendatang. Pilihlah calon berdasarkan kualitas caleg dan partai, mulai dari gagasan hingga ide yang memang berpihak pada masyarakat,’’ katanya di sela-sela Lomba Burung Berkicau Juliari P Batubara Cup 1 di Lapangan Pusponjolo, Minggu (9/3) pagi.
Menurut Ari, sapaan akrab Juliari P Batubara, kegiatan yang digelar bersama DPC PDIP Kota Semarang, DPAC PDIP Semarang Barat itu menjadi salah satu bentuk kegiatan untuk mengingatkan warga agar datang ke TPS pada 9 April dan tidak golput. Sebab, golput merugikan masyarakat karena  tidak akan memiliki ‘’saham’’ dalam berbangsa dan bernegara.
Ketua Panitia Lomba Burung Berkicau Juliari P Batubara Cup 1, Yoyok Murdiyanto mengatakan, lomba yang digelar menjadi sarana bersilaturahmi antarpenggemar burung kicau di Kota Semarang, Kendal, Salatiga, Ungaran, Demak, dan sekitarnya.
‘’Ada tiga kelas yang kita lombakan, yaitu kelas mega, moncong putih, dan PDIP. Burung yang dilombakan mulai dari kacer, murai batu, cucak hijau, love bird, kenari, anis merah, cucak jenggot, pleci, pentet, dan ciblek,’’ ujar Yoyok.
Mewakili Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Camat Semarang Barat Ali Muhtar meminta kepada para pecinta burung berkicau untuk mencintai lingkungan Kota Semarang dari flora hingga fauna, serta terus menjadikan kota yang bersih dan asri.
‘’Di Taman Madukoro, kemarin telah dilepaskan burung parkit dan jalak. Kami minta seluruh masyarakat untuk ikut memelihara, jangan dibawa pulang untuk dipelihara di rumah,’’ katanya. (H84-75,64)
 
sumber: http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2014/03/10/255052