Kamis, 24 Oktober 2013

Juliari P. Batubara: DPP sudah mengantongi nama-nama kandidat calon ketua DPD PDI Perjuangan Jateng

SEMARANG, suaramerdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku siap jika diperintahkan partai untuk memimpin Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Tengah. Namun jika masih boleh mengungkapkan pendapat, Ganjar akan meminta orang lain saja yang mendapat perintah tersebut.
"Kalau perintah partai saya tidak bisa menolak, tapi kalau boleh usul sebaiknya saya konsentrasi sebagai gubernur saja, biar saya jadi miliknya masyarakat Jateng meskipun saya tidak akan pernah meninggalkan darimana saya lahir," katanya, Senin (21/10).
Ganjar mengatakan, dirinya belum mengetahui kapan penunjukan ketua DPD definitif. Sebelum ada penunjukan, menurutnya, para kandidat akan dipanggil menghadap ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. "Saat dipanggil itu maka argumentasinya akan saya sampaikan ke publik seandainya ya atau tidak," katanya.
Bursa ketua DPD PDIP Jateng mencuat lagi setelah lontaran Wakil Bendahara DPP PDIP Juliari P Batubara. Menurut caleg DPR RI dapil satu tersebut, DPP sudah mengantongi nama-nama kandidat. Megawati akan mengumumkan siapa pengganti mantan Ketua DPD PDIP Jateng Murdoko, sebelum tutup tahun.
Setelah Murdoko tersandung koruspi, DPD PDIP Jateng kini dipimpin Pelaksana Tugas M. Prakosa. Beberapa kepala daerah disebut-sebut menjadi suksesor. Selain Ganjar, ada Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, Wali Kota Tegal Ikmal Jaya, Wali Kota Surakarta F X Rudyatmo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Sejumlah pengurus DPD seperti Sekretaris Agustina Wilujeng dan Wakil Ketua Nuniek Sriyuningsih juga masuk bursa.
Sementara, Ketua DPP PDIP Puan Maharani menyatakan, ketua definitif sudah ditunjuk sebelum Desember 2013. Meski masih enggan menyebut nama-nama kandidat, Puan tidak menampik jika Ganjar menjadi salah satu nama yang dipertimbangkan.
"Pak Ganjar layak karena kader PDIP. Kalau pun diinginkan harus bisa membagi waktu karena dia gubernur," katanya.
( Anton Sudibyo / CN31 / SMNetwork )

Sumber: http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2013/10/21/176550

Jumat, 18 Oktober 2013

Jualiari P Batubara janjikan bantu PSIS

Sindonews.com - Jualiari P Batubara berjanji bakal kembali membantu pendanaan PSIS Semarang untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim depan.Namun, Dia akan melihat terlebih dahulu siapa orang yang bakal memimpin PSIS ke depan.

Sebagaimana diketahui, Juliari P Batubara sebelumnya sudah mengucurkan dana sebesar Rp500 juta untuk membantu PSIS Semarang keluar dari krisis finansial.
"Saya tidak akan keberatan memberikan bantuan untuk PSIS musim depan, kalau pemimpin PSIS memiliki kridibilatas yang memadai," ujarnya, usai menerima piagam penghargaan dari Manajemen PSIS, di Sekretariat PSIS Semarang, Komplek Stadion Citarum, Sabtu (28/9).

Juali mengungkapkan, sosok yang tepat untuk menjadi ketua umum PSIS Semarang adalah orang yang benar-benar gila bola. Selain itu, juga adalah mereka yang mau mengeluarkan biaya dan juga mampu menggali sumber dana untuk menghidupi tim kebanggaan warga Kota Semarang.

Jualiari memiliki sejumlah nama yang Dia calonkan, diantarnya adalah Ptl Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua Kadin Jateng Kukrit Suryo Wicaksono,Ferdinand Hindiarto dan Direktur Pemasaran Bank Jateng Joko Sambodo."Itu hanya sebagian saja, sebenarnya banyak orang-orang yang mampu di Kota Semarang ini," tandasnya.

Ditanya, soal dirinya dicalonkan sebagai ketum PSIS, Juliari langsung menyatakan tidak berkenan. Dia menolak menjadi ketum PSIS karena memang dirinya merasa tidak mampu."Kalau saya sudah final, tidak mau (jadi ketum), kalau membantu dari luar tidak masalah," katanya.

(wbs)
 
sumber: http://soccer.sindonews.com/read/2013/09/28/58/788549/jualiari-p-batubara-janjikan-bantu-psis

Juliari Batubara Temui Mantan Tokoh PNI

 
UNGARAN – Merasa sebagai anak dari seorang kader dan tokoh PNI, Juliari P Batubara, Caleg DPR RI dari PDI Perjuangan Dapil Jateng 1, minta dukungan dari para kader ataupun tokoh-tokoh PDI Perjuangan sepuh. 
Demikian diungkapkan Juliari P Batubara, dihadapan puluhan ‘tokoh gaek’ PDIP Kabupaten Semarang, di rumah Siswantoro, Bawen, Kabupaten Semarang, Sabtu (21/9).
Menurutnya, kunjungan ini sengaja dilakukan Ari, begitu ia biasa disapa, merasa sangat perlu untuk meminta saran, masukan maupun petunjuk dari para mereka yang dulunya kader PNI dan kini masih tetap berjuang bersama PDI Perjuangan. Tokoh-tokoh ini sebagian besar bukan merupakan pengurus partai namun masih setia dengan PDI Perjuangan.
“Saya merasa perlu untuk ‘kulonuwun’ kepada para tokoh Kabupaten Semarang ini. Saya tidak ingin, pertemuan ini hanya berhenti disini saja, karena jarak masih lama maka suatu saat harus bisa bertemua kembali,” kata Juliari.
Wilayah Kabupaten Semarang dulunya terkenal sebagai basis PNI. Dari sinilah, akhirnya menjadi agendanya untuk bertemu dengan tokoh tua yang bergabung di PDI Perjuangan.
Sementara, Siswantoro (71), mantan anggota PRD Kabupaten Semarang mengaku, kedatangan Ari membuat dirinya dan kader tua PI Perjuangan merasa lega. Pasalnya, ini juga baru pertama kalinya kader PDI Perjuangan yang mencalonkan dirinya menjadi Caleg PR RI Jateng 1 melakukan pertemuan dan dialog dengan kader tua yang dulunya sebagai kader PNI.
“Selama ini kita semua yang hadir ini, hanya tahu dan melihat di spanduk dan baliho saja, namun belum tahu sebenarnya siapa Juliari Babtubara itu. Sekarang ini, saatnya kita semua juga akhirnya melihat, mengetahui dan dapat kemunikasi langsung dengan Caleg DPR RI Dapil Jateng1 dari PDI Perjuangan. Harapannya, dengan apa yang dilakukannya ini dapat menjadikan komitmen dalam pencalonannya melangkah ke Senayan,” tandas Siswantoro, yang juga mantan Lurah Bawen, Kabupaten Semarang.
Dari puluhan kader tua PDI Perjuangan yang hadir bertemu Ari, salah satunya adalah kader perempuan yang dari Tengaran, Kabupaten Semarang. Selain itu, KH Sobri Hadi Wijaya, tokoh PDIP Sumowono, yang juga mantan anggota DPRD Provinsi Jateng. Sebelum menggelar dialog dengan para tokoh tua PDIP, Ari menyerahkan bantuan mobil ambulan kepada DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang di salah satu rumah makan di Ungaran. (hes/rif)
 
sumber: http://hariansemarangbanget.blogspot.com/2013/09/juliari-batubara-temui-mantan-tokoh-pni.html

Juliari: Anggota DPR Seharusnya Tidak Semakin Kaya



Semarang, Antara Jateng - Calon anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan I Jawa Tengah Juliari P. Batubara berpendapat menjadi anggota legislatif seharusnya tidak semakin kaya karena sebagai wakil rakyat harus mengerahkan tenaga dan pikirannya demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Memang menjadi anggota Dewan itu mendapat gaji. Akan tetapi, sesuai dengan kebijakan partainya adalah berjuang demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya pada silaturahmi dengan jajaran Perum LKBN Antara Biro Jawa Tengah di Semarang, Jumat.

Menurut dia, sekarang ini negara sedang "sakit" sehingga sudah menjadi tugas dirinya untuk bisa memperbaikinya jiwanya. "Aapakah kita juga ingin sakit seperti itu, tentunya harus ada keberanian untuk memperbaiki jiwanya," katanya.

Ia mengatakan bahwa sakit yang diderita negara ini terlihat ketika orang berlindung pada penegakan hukum. Artinya, yang salah dibenarkan kemudian yang benar disalahkan. Akan tetapi, ketika sedang berhadapan dengan hukum, penegakan hukum itu dibelok-belokkan.

"Maka, kita harus membangun jiwa dengan memberi contoh yang baik. Kita tidak bisa hanya membangun dari sisi materi, misalnya, diberi semen untuk membangun ini dan itu. Namun, yang terpenting adalah membangun jiwa," kata Juliari P. Batubara yang juga Wakil Bendahara DPP PDI Perjuangan.

Ketika ditanya jika terpilih menjadi anggota DPR RI pada pemilu mendatang, komisi apa yang akan dipilihnya, dia mengatakan, "Kalau soal itu, penugasan dari partai. Namun, kalau boleh memilih, dirinya lebih senang terjun di Komisi I.

"Terus terang saya tidak ingin masuk dalam komisi yang banyak proyeknya. Akan tetapi, semua tergantung pada penugasan partai," kata mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) dua periode tersebut.

Menyinggung soal dorongan untuk terjun ke dunia politik mengingat selama ini yang bersangkutan memiliki latar belakang di dunia usaha, dia mengatakan bahwa sebenarnya dalam dirinya mengalir darah politik yang diturunkan dari kakeknya.

"Kakek saya adalah kader PNI termasuk ayah saya, kemudian mereka sempat tidak aktif, bahkan dahulu sempat diajak berkampanye untuk Partai Demokrasi Indonesia pada waktu usia 5--6 tahun," katanya.

Kemudian, lanjut dia, ayahnya juga sempat menjadi Ketua DPD PDI DKI Jakarta. Akan tetapi, karena situasi politik saat itu, ayahnya sempat vakum dalam dunia politik dan terjun ke dunia usaha, kemudian saat Megawati Soekarnoputri naik maka ayahnya kembali bergabung dengan PDI Perjuangan.

"Jadi, bagi saya terjun ke dunia politik memang karena ada panggilan dan ada darah politik di tubuh saya. Sebenarnya keikutsertaan saya di panggung politik saat itu tinggal tunggu waktu saja dan inilah waktunya," katanya.

sumber: http://www.antarajateng.com/detail/index.php?id=85908&utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter#.UmIYqlIX600

Hadapi Pemilu, PDIP Semarang Sinergikan Caleg di Tiga Level

SEMARANG, suaramerdeka.com - Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan, partainya selalu menyinergikan pergerakan calon anggota legislatif di tiga level, DPR, DPRD provinsi dan DPRD Kota. Maka aksi saling sikut antarkader separtai tidak akan terjadi di PDI Perjuangan
Apalagi arogansi yang biasanya menjangkiti caleg DPR RI juga telah terkikis. "Semua calon DPR untuk daerah Semarang dan sekitarnya ini sudah ketemu dengan kita untuk kulonuwun. Ketemu DPC dan PAC, jadi guyub semua," katanya, usai Pembukaan Pos Komando Pemenangan Juliari P Batubara di Jalan Pamularsih, Jumat (18/10).

Para caleg kini bahkan sudah saling mencari kawan tandem untuk kampanye bersama. Mereka juga disatukan dengan visi misi partai yang harus dijunjung dalam setiap pertemuan dengan masyarakat. Maka, sikap iri dan cemburu usai Pemilu telah dikikis sejak sekarang. Ketika seorang caleg jadi, maka itu karena memang dia tokoh yang berkualitas dan mau bekerja keras untuk meraih suara terbanyak.

"Kalau yang terpilih mas Juliari ya karena mau kerja ke bawah, bertemu masyarakat dan bekerja benar-benar untuk dapilnya," jelas Plt Wali Kota Semarang itu.

DPC Kota Semarang sendiri menargetkan minimal 13 kursi pada Pileg 2014. PDIP pernah meraih 12 kursi pada Pileg 2004, namun menurun menjadi sembilan kursi pada 2009.

Sementara itu pembukaan Posko Caleg DPR RI dapil satu nomor urut satu itu dihadiri sejumlah tokoh muda Kota ATLAS. Di antaranya, Ketua Pengcab PSSI Kota Semarang Anggoro Mardi Husodo (Yoyok Mardijo), Ketua Hipmi Jateng Dede Indra Permana Soediro, dan Sekretaris DPC PDIP Kota Semarang Supriyadi. Ketua Kadin Jateng Kukrit Suryo Wicaksono juga menyempatkan hadir sebelum acara dimulai.

Juliari mengaku senang poskonya bisa diterima oleh tokoh dan masyarakat Semarang. Ia berharap posko tidak hanya digunakan untuk kegiatan partai, tapi juga wadah silaturahmi berbagai elemen masyarakat. "Saya tidak ingin tempat ini ekslusif, terbuka saja boleh untuk apapun," kata Wakil Bendahara DPP PDIP tersebut.
( Anton Sudibyo / CN31 / SMNetwork )

sumber: http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2013/10/18/176214/Hadapi-Pemilu-PDIP-Semarang-Sinergikan-Caleg-di-Tiga-Level

FOTO - FOTO PERESMIAN POSKO OLEH JULIARI P. BATUBARA

Hari ini Jumat, 18 Oktober 2013 Posko Pemenangan Juliari P. Batubara di jalan Pamularsih diresmikan. Berikut adalah beberapa foto yang berhasil diabadikan.

Sambutan dari Mas Juliari P. Batubara

Pemotongan Tumpeng

Potongan tumpeng pertama untuk perwakilan DPC Kota Semarang
Potongan tumpeng kedua untuk perwakilan DPC Kabupaten Semarang
Penyerahan tumpeng kepada lurah setempat

Juliari Batubara Siap Bantu PSIS

SEMARANG - Penyumbang dana Rp 500 juta kepada PSIS musim lalu, Juliari Peter Batubara siap kembali membantu Laskar Mahesa Jenar. Namun syaratnya, ketua umum yang baru atau orang-orang yang mengelola tim harus punya kredibilitas.
’’Saya siap kembali membantu, tetapi tergantung siapa nanti yang menjadi ketua umumnya,’’ tutur pengusaha oli nasional itu saat menerima piagam penghargaan dari manajemen di Kantor Sekretariat PSIS Kompleks Sta­dion Citarum, kemarin.
Menurutnya, ada tiga kriteria sosok yang patut menjadi ketua umum PSIS atau yang nanti me­ngelola tim. Pertama, memiliki banyak waktu untuk tim kebanggaan warga Kota Semarang. Meski begitu, tidak setiap hari harus datang memantau persiapan.
Tulus
Syarat kedua, ketua umum tidak menghimpun dana dari proyek-proyek pemerintah. Jadi, benar-benar tulus, tidak karena ada proyek dari gubernur atau wali kota. Hal itu untuk menghindari seandainya di kemudian hari proyek itu seret, maka bantuan ke PSIS juga ikut seret. Ketiga adalah orang Semarang agar memiliki kedekatan.
’’Dalam hal ini saya memaklumi bila Plt Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi enggan menjadi ketua umum. Mas Hendi kan sibuk mengurus Kota Semarang. Jadi, khawatir bila PSIS terbengkalai,’’ tutur Juliari yang juga enggan dijagokan jadi ketua umum lantaran bukan orang Kota Lunpia.
Dia pun mengusulkan sejumlah nama yang dianggap pantas menduduki posisi ketua umum. Di antaranya pengusaha media Kukrit Suryo Wicaksono yang juga CEO Suara Merdeka Group. Nama lain adalah Ketua Harian IMI Jateng Dede Indra Permana.   (K18, H85-73)