Rabu, 26 Oktober 2016

Wakil Ketua BKSAP DPR Juliari Batubara: Tingkatkan Kualitas UMKM untuk Hadapi Persaingan MEA


Spesialisasi dan pelibatan industri dalam penentuan kurikulum pendidikan kejuruan jadi kunci daya saing Jerman. Duales system yang dianut Jerman memberikan peluang peningkatan keterampilan yang luas bagi generasi muda melalui proses magang sehingga dihasilkan lulusan berdaya saing yang memiliki skill sesuai kebutuhan pasar tenaga kerja. 

Hal tersebut disampaikan IHK (Kamar Dagang dan Industri) Rheinhessen dalam kunjungan Delegasi BKSAP ke Mainz, ibukota negara bagian Rheinland Pfalz. Daya saing ekonomi nasional di tengah liberalisasi perdagangan regional menjadi fokus kunjungan BKSAP ini. 

Menanggapi pernyataan tersebut Ketua Delegasi BKSAP, Juliari Batubara, memberikan respon agar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia mendapatkan perhatian intensif dari pemerintah, dengan begitu diharapkan kualitas UMKM mengalami peningkatan. Dia mengatakan sejalan dengan implementasi MEA, daya saing UMKM membutuhkan perhatian tersendiri.

“Perekonomian Jerman merupakan yang terbesar di kawasan Eropa dan secara mayoritas digerakkan oleh UMKM. Secara statistik, 99,6 persen perekonomian Jerman terdiri dari UMKM. Baik Jerman maupun Indonesia merupakan negara terbesar dan memegang posisi penting di regional grouping masing-masing. Sehingga layak untuk menelaah lebih dekat faktor-faktor yang memperkuat daya saing industri nasional mereka di tengah liberalisasi ekonomi kawasan,” jelas Juliari dalam rilis yang diterima Parlementaria, Rabu (26/10/2016).

Selain melakukan pertemuan dengan IHK, BKSAP melakukan pertemuan dengan pelaku bisnis setempat dan kunjungan ke industri unggulan di Mainz. Untuk negara bagian Rhineland Pfalz yang memiliki penduduk 523.000, saat ini terdapat 29.000 pengusaha yang sebagian besar berkategori UMKM.

Dalam dialog dengan para pelaku UMKM dibahas berbagai isu terutama terkait peningkatan kerjasama perdagangan antara UMKM Indonesia dan Jerman. Pelaku UMKM banyak yang menanyakan mengenai peluang pasar serta aturan legislasi dan kebijakan impor Indonesia. 

Selain itu ada yang menanyakan mengenai kelapa sawit. Terkait hal tersebut Ketua Delegasi BKSAP menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk produksi minyak sawit secara berkelanjutan dan penerapan proses produksi ramah lingkungan. 

Kunjungan BKSAP ke Rheinland-Pfalz ditutup dengan kunjungan lapangan ke Schott AG yang memproduksi bahan baku kaca untuk industri farmasi, elektronik, optik, industri otomotif dan penerbangan. Sumber ( http://dpr.go.id/berita/detail/id/14577 )

Selasa, 18 Oktober 2016

BKSAP DPR RI Kunjungi Parlement Jerman

Foto : Juliari P Batubara Wakil Ketua         BKSAP DPR RI ( berdiri ) .


    Bisnis.com, FRANKFURT, Jerman— Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR memulai kunjungan kerja ke Jerman dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama ekonomi kedua negara dan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi liberalisasi perdagangan regional.
Selain akan melakukan pertemuan dengan anggota parlemen dan pejabat kementerian ekonomi Jerman, para delegasi parlemen itu hari ini mengunjungi sektor usaha kecil dan menegah (UKM). Salah satu UKM yang dikunjungi berada di Provinsi Rhineland-Pfalz, Frankfurt.
Ketua delegasi parlemen Juliari Batubara mengatakan bahwa dalam kegiatan kunjungan kerja pada 16-21 Oktober itu, para anggota DPR lintas Fraksi tersebut tidak saja bertemu dengan dengan anggota parlemen di Berlin, namun juga akan bertemu dengan pejabat pemerintah Jerman di sektor perekonomian. 
Sedangkan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan hubungan kedua negara, delegasi BKSAP juga akan mengadakan pertemuan dengan Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Fauzi Bowo. 
Menurut Juliari, khusus untuk liberalisasi perdagangan, parlemen Indonesia akan mempelajari strategi dan legislasi untuk mendukung pemerintah dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah dimulai tahun ini. Indonesia dan Jerman, ujarnya, memiliki sejumlah kesamaan terutama sistem ekonominya yang banyak digerakkan oleh sektor usaha kecil dan menengah (UKM).
“Jerman juga sebuah kekuatan ekonomi regional di Eropa seperti Indonesia di Asean,” ujar Wakil Ketua BKSAP tersebut kepada wartawan Bisnis John Andhi Oktaveri sesaat tiba di Frankfurt malam ini waktu setempat, Minggu, 16/10/2016.
Kunjungan kerja kali ini diikuti oleh 13 anggota DPR termasuk di antaranya dari Pekan lalu BKSAP juga menerima kunjungan sejumlah delegasi parlemen Jerman (Bundestag) yang dipimpin Thomas Gambke. Para anggota parlemen Jerman dan Indonesia mendiskusikan peran legislatif di kedua negara dan isu ekonomi lainnya. 



Jumat, 07 Oktober 2016

Juliari P Batubara Soroti Masalah Pengangguran Di Salatiga


 

SIDOMUKTI, suaramerdeka.com -Anggota DPR RI Juliari P Batubara menyoroti masalah pengganngguran di Indonesia umumnya dan di Salatiga khususnya. Oleh karena itu, ia berpesan pemimpin Salatiga lima tahun ke depan diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan agar bisa menyerap tenaga kerja.

Hal itu disampaikannya dalam kunjungan kerja perorangan di Salatiga, Jumat (7/10). Kegiatan dipusatkan di Gedung Sabda Mulia yang dihadiri ratusan orang termasuk Ketua DPC PDIP Teddy Sulistio. Kedatangan Juliari disambut tarian dan atraksi drum blek. Kegiatan dikemas dalam bentuk tatap muka dan dialog.

Anggota Komisi VI DPR yang membidangi industri, perdagangan, dan koperasi itu juga mengajak para peserta yang masih menganggur untuk maju di atas panggung. Kemudian dilakukan dialog yang intinya mengapa bisa menganggur dan harapannya ke depan seperti apa.

Beberapa warga yang diajak dialog itu ada yang baru saja diputus hubungan kerja dari perusahaan. Ada pula usaha sekian lama namun belum juga berhasil.  Atas dasar itu Juliari berharap kepada pemimpin Salatiga bisa memberi perhatian kepada masalah pengangguran ini. Sebab, masih banyak pemimpin daerah yang seolah mengabaikan pembangunan sisi kemasyarakat. Mereka hanya membuat pembangunan fisik yang hanya menonjolkan sisi pencitraan.

“Berkurangnya angka pengangguran akan membuat kesejahteraan warga meningkat. Selain itu, angka kriminalitas juga akan berkurang jika angka pengangguran rendah. Dengan begitu warga bisa bekerja dengan nyaman dan aman,” kata kata anggota DPR fraksi PDIP dari Dapil I Jateng itu.

Selain itu, Juliari  mengatakan bahwa Kota Salatiga adalah Kota Toleransi di Indonesia. Untuk itu semua warga di Salatiga menjelang Pilkada 2017 harus menjaga bersama agar situasi tetap kondusif dan aman. “Salatiga itu kota toleransi di Indonesia. Jangan ada isu sara dan isu apa pun yang bisa merusak rasa toleransi di Kota Salatiga ini,” katanya.

Pada kesempatan ini, bakal Calon Wali Kota dan Wakil wali Kota PDI Perjuangan, Agus Rudianto-Dance Ishak Palit hadir dan menyerahkan bantuan sosial UMKM kepada puluhan warga yang membutuhkan dari dana Juliari P Batubara. Sumber suaramerdeka.com