Satu bumi tanpa diskriminasi. Selamat Memperingati Hari Hak Asasi Manusia 2017
Sabtu, 09 Desember 2017
Foto Juliari P Batubara Memberikan Bantuan Sosial
Anggota DPR RI Juliari P Batubara dalam setiap reses atau kunjungan kerjanya selalu memberikan bantuan sosial kepada warga kurang mampu maupun anak yatim.
Senin, 27 November 2017
Hari Guru Nasional 2017
Juliari P Batubara : " Selamat Hari Guru Nasional buat Semua Guru di Indonesia yang Sudah Mengabdikan Dirinya bagi Kecerdasan Bangsa".
Kamis, 21 September 2017
Juliari P Batubara Ucapkan Tahun Baru Islam
Anggota DPR RI komisi VI Juliari P Batubara dari fraksi PDI Perjuangan dapil Jawa Tengah 1 menyampaikan ucapan tahun baru islam 1439 Hijriyah di akun instagramnya @juliaribatubara " Selamat Tahun Baru Islam 1439 H. Semoga dalam Tahun Baru Islam ini, solidaritas kebangsaan kita bersama tetap kokoh" begitu tulisnya.
Rabu, 06 September 2017
Juliari Batubara Tahun Ini Berkorban Empat Ekor Sapi Lagi
Anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Jawa Tengah 1 Juliari P Batubara komisi VI yang juga Wakil ketua BKSAP pada hari raya idul adha tahun ini menyumbang empat ekor sapi lagi, untuk empat DPC PDI Perjuangan yang ada di dapil jawa tengah 1 yang meliputi Kota Semarang Kota Salatiga Kab Semarang dan Kab Kendal.
Parade Tari Nusantara Perekat Kebhinekaan
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan menggelar upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun ke 72 Kemerdekaan RI di lapangan kantor DPP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Kamis (17/8). Upacara bendera dipimpin oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, sebagai Inspektur Upacara. Sejumlah Ketua Bidang DPP PDI Perjuangan seperti Hendrawan Supratikno, Andreas Hugo Pareira, Ribka Tjiptaning, Sukur Nababan, Sri Rahayu, dan Daryatmo Mardiyanto terlihat hadir.
Tampak pula para senior di sayap kepemudaan partai seperti Maruarar Sirait dari Taruna Merah Putih, Nazaruddin Kiemas dari Banteng Muda Indonesia, dan Masinton Pasaribu dari Repdem. Sejumlah anggota dewan juga hadir seperti Marianus Gea, Ari Batubara, dan Rudianto Tjen. Ribuan kader dan fungsionaris PDIP dari wilayah Jakarta hadir mengikuti upacara itu. Upacara berlangsung seperti upacara kenegaraan resmi pada umumnya. Selepas paskibra menaikkan bendera merah putih, Inspektur Upacara, Hasto Kristiyanto membacakan sambutan dan lima instruksi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Ibu. Hj. Megawati Soekarnoputri.
Acara kemudian diisi Parade Tari Nusantara. Dimulai tari adat Mogaele dari Nias, Provinsi Sumatera utara untuk menyambut para petingi partai. Sambutan berwujud pemberian pinang dari dua orang perempuan penari berbusana adat kepada pejabat struktural partai, tamu, dan undangan. Menyusul usai tari Mogaele, penampilan rancak tari Kipas dari Jawa Barat, dibawakan oleh tujuh perempuan penari berpakaian daerah.
Parade Tari Nusantara ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keragaman budaya dari berbagai daerah. Kekayaan budaya harus terus dilestarikan sebagai manifestasi konkret perekat kebhinekaan.
Pagelaran tari daerah berlanjut penampilan tari Saman khas Nanggroe Aceh Darussalam yang bercorak kompak dan dinamis. Peserta upacara dan masyarakat yang hadir di lokasi acara berdecak kagum menyaksikan 18 perempuan penari. Selepas tari Saman, para perempuan penari khas Nias kembali tampil sambil membawa topi anyaman daun pohon aren atau enau. Tari Penyanyam Topi ini identik kehidupan masyarakat Pulau Nias dan Sumatera Utara. Topi adalah sahabat keseharian para petani dan nelayan untuk peneduh dari terik matahari serta hujan.
Berikutnya, penampilan sembilan pemuda membawa tameng (baluse), pedang (gari), dan tombak (toho) dengan gagah menarikan tari Perang (Fatele) khas Nias. Berlanjut tradisi Lompat Batu (Hombo Batu) yang biasanya dimainkan para pemuda Nias. Rangkaian Parade Tari Nusantara diakhiri tarian Gemu Famire khas masyarakat Nusa Tenggara Timur. Seluruh jajaran struktural, kader partai, dan masyarakat yang hadir bersyukur, larut dalam suka cita menyambut hari kemerdekaan.
Rabu, 12 Juli 2017
PERKUAT KERJA SAMA KELAUTAN, DPR GELAR AIPA CAUCUS
Jakarta—
DPR RI menjadi tuan rumah penyelenggaraan ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Caucus ke-9, yang rencananya akan digelar di Hotel Fairmont, Jakarta, pada 17-20 Juli ini. AIPA Caucus merupakan mekanisme Parlemen negara anggota ASEAN yang bertujuan untuk memantau tindak lanjut pelaksanaan resolusi AIPA, membahas suatu isu tertentu, hingga menjadi ajang pembahasan upaya harmonisasi legislasi yang dapat memfasilitasi kerja sama regional.
Sebanyak 10 Parlemen negara ASEAN telah menyatakan hadir dalam pertemuan ini. Topik utama yang mencuat dalam kaukus kali ini adalah mengenai kerja sama kelautan. DPR RI mengangkat hal ini mengingat visi Indonesia yang bertekad menjadi poros maritim global. Ini menjadi penting mengingat 80 persen kawasan Asia Tenggara didominasi oleh laut. “Ini juga merupakan wujud nyata AIPA membahas isu kelautan dalam upaya pencapaian Goal 14 dari Sustainable Development Goals (SDGs) yakni Conserve and sustainably use the oceans, seas and marine resources for sustainable development. Pemanfaatan dan kerja sama dalam mengelola sumber daya kelautan sangat penting bagi kehidupan dan terkait erat dengan keamanan pangan, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara,” papar Wakil Ketua BKSAP, Juliari Batubara.
Selasa, 20 Juni 2017
Juliari : Pilkada 2018 Akan Lebih Panas
SEMARANG, suaramerdeka.com – Persaingan dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018, bakal lebih ketat dan panas. Tak terkecuali di Jateng. Pasalnya, pilkada tersebut mendekati momentum pemilihan presiden dan wakil presiden, serta pemilihan legislatif (pileg) 2019.
“Persaingannya (Pilgub Jateng-red) akan lebih ketat, lebih ‘panas’ karena akan pilpres dan pileg. Namun, kami tetap optimistis menang,” kata Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan, Juliari P Batubara, saat kunjungan kerja di Semarang, Selasa (13/6) malam.
Karenanya, sambungnya, pengurus tengah menyusun strategi dan perhitungan secara akurat, agar dapat kembali memenangi Pilgub jateng. Penjaringan bakal calon akan segera dilakukan untuk menentukan bakal cagub dan cawagub yang akan diusung pada 2018.
“Kami akan jaring sebanyak-banyaknya bakal calon, bisa saja dari internal partai. Dari eksternal partai juga dibolehkan ikut penjaringan,” ujarnya.
Sebelumnya, KPU RI sudah menetapkan tanggal pencoblosan Pilkada Serentak 2018, yakni pada 27 Juni 2018. Tahapan Pilkada serentak 2018 akan dimulai 10 bulan sebelum hari pencoblosan. Hal itu, berarti tahapan sudah dimulai Agustus 2017.
Pilkada serentak tahun 2018 akan lebih besar daripada pilkada sebelumnya. Sebanyak 171 daerah akan berpartisipasi pada ajang pemilihan kepala daerah tahun depan. Dari 171 daerah tersebut, ada 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. Beberapa provinsi di antaranya Jabar, Jateng, dan Jatim.
Di sisi lain, Anggota DPR RI Komisi VI ini, juga mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk mempererat komunikasi antar komponen masyarakat. Dia tidak ingin, pengalaman Pilkada DKI Jakarta yang terus menjadikan perbedaan terutama agama, sebagai komoditas politik, juga terjadi pada Pilgub Jateng.
“Pemda harus lebih sering turun untuk mendinginkan masyarakat. Terus sosialisasikan bahwa semua bersaudara. Bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di bawah Pancasila. Ini harus dilakukan agar rakyat tidak mudah dipecah-belah,” tegasnya.
Kamis, 25 Mei 2017
Juliari Pimpin Delegasi Teknis BKSAP DPR RI di Yunani
YUNANI ,21 Mei 2017- Delegasi Teknis BKSAP DPR RI dipimpin oleh Juliari P.Batubara beranggotakan Dony Maryadi Oekon, Abdul Kadir Karding, dan M. Arief Suditomo melakukan kunjungan kerja ke Athena dalam rangka melakukan parliamentary diplomacy. Kunjungan mendapatkan sambutan positif dari Parlemen, Pemerintah Yunani, dan pelaku usaha Yunani.
Delegasi Teknis BKSAP DPR RI melakukan pertemuan dengan Delegasi Parlemen Yunani yang dipimpin oleh Panagiota Kozompoli-Amanatidi, Ketua Greece-Indonesia Friendship Group, didampingi oleh Foteini Vaki, Sekretaris Greece-Indonesia Friendship Group. Pertemuan membahas perkembangan hubungan bilateral RI-Yunani dan peran Parlemen untuk meningkatkan hubungan kedua negara.
Pertemuan membahas kesamaan kedua negara sebagai negara demokrasi dan kepulauan dan mengidentifikasi beberapa bidang kerja sama yang potensial untuk dikembangkan, antara lain perdagangan, pariwisata, dan maritim.
Selanjutnya, Delegasi juga melakukan pertemuan dengan Director General Contemporary Culture Kementerian Kebudayaan dan Olahraga Yunani bersama dengan pelaku promosi wisata budaya Yunani yaitu manajemen Greek Festival, manajemen opera theatre dan music, dan Pusat Kebudayaan Stavros Niarchos Foundation Cultural Centre.
Dalam pertemuan tersebut dibahas penjajakan partisipasi kelompok seni Indonesia pada festival terbesar dan terkemuka di Yunani dan pertunjukan seni budaya Indonesia di teater utama Yunani baik modern theatre ataupun ancient theatre.
Selain itu, Delegasi melakukan pertemuan dengan Otoritas Pelabuhan Piraeus guna memperoleh informasi best practice pengelolaan pelabuhan, khususnya pelabuhan kapal pesiar dan feri. Sebagaimana diketahui, Pelabuhan Piraeus merupakan perlabuhan terbesar di Yunani sekaligus salah satu pelabuhan terbesar di Eropa dan dunia. Pertemuan diakhiri dengan site visit fasilitas pelabuhan kapal pesiar dan feri yang dimiliki oleh Pelabuhan Piraeus.
Bertempat di Wisma Duta KBRI Athena, Delegasi juga melakukan pertemuan dengan perwakilan WNI di Yunani. Pertemuan diikuti oleh seluruh staf KBRI Athena dan isteri, wakil pengurus organisasi masyarakat, antara lain organisasi induk WNI, Ikatan Kerukunan Keluarga Indonesia di Yunani (IKKIY), organisasi Rohani Islam, organisasi Perhimpunan Kristen, kelompok mahasiswa Universitas Terbuka, sesepuh dan tokoh masyarakat, diaspora Indonesia dan Friends of Indonesia.
Dalam sambutan selamat datang, KUAI RI Athena mengharapkan agar kunjungan tersebut dapat meningkatkan hubungan bilateral kedua negara, khususnya antara Parlemen Indonesia dengan Parlemen Yunani. Sementara itu, Delegasi menyampaikan perkembangan nasional dan menghimbau agar WNI di Yunani tetap menjaga dan meningkatkan persatuan serta menjadi public relation Indonesia di Yunani dengan menyampaikan berita positif dan tidak menyebarkan berita hoax tentang perkembangan Indonesia kepada publik Yunani. Acara ramah tamah dengan WNI diakhiri dengan jamuan makan malam kuliner Indonesia dan acara hiburan bersama WNI.
Senin, 15 Mei 2017
Juliari P Batubara : Semarang Harus Bisa Menata PKL
Semarang, ANTARA JATENG - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Juliari P Batubara mengingatkan Pemerintah Kota Semarang harus bisa menata pedagang kaki lima secara tertib dan rapi.
"Seperti PKL di kawasan Tlogosari. Mereka `kan sudah dikasih tempat, tetapi kembali lagi ke pinggir jalan," katanya saat "Reses dan Kunjungan Kerja" di Balai Kelurahan Tlogosari Kulon Semarang, Jawa Tengah, Jumat.
Sebelum memulai resesnya di tempat itu, Ari, sapaan akrab Juliari menyempatkan berkeliling untuk melihat keberadaan PKL yang marak berjualan di sepanjang kawasan Perumahan Tlogosari.
Pemkot Semarang sebenarnya sudah menyediakan tempat relokasi, yakni Shelter PKL Suryokusumo yang sempat ditempati PKL beberapa waktu, tetapi mereka kemudian kembali marak di pinggir jalan.
"Mereka (PKL) kembali lagi berdagang di bahu-bahu jalan karena di sana (Shelter Suryokusumo) katanya enggak ramai. Namun `kan malah mengganggu kelancaran arus lalu lintas," katanya.
Politikus PDI Perjuangan itu meminta Pemkot Semarang kembali mengumpulkan PKL untuk diajak berembuk mencari solusi terbaik agar mereka kembali menempati tempat relokasi yang sudah disediakan.
"Kumpulin lagi mereka, dikembalikan lagi ke sana (Shelter Suryokusumo). Semua `kan ada aturannya. Jangan seperti Jakarta," Ketua Panja Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) DPR RI itu.
Apalagi, kata Ari, yang duduk di komisi yang membidangi industri, perdagangan dan koperasi di DPR RI itu, PKL di Tlogosari tak hanya diberikan tempat, tetapi juga sertifikat hak guna bangunan (HGB).
"Menurut saya, ini luar biasa. Sudah diberikan tempat dan sertifikat. Sertifikat ini nilainya lebih daripada uang. Makanya, ajak mereka agar mau ditata," kata Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan itu.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Semarang Dyah Ratna Harimurti yang hadir mendampingi Juliari mengakui maraknya PKL tidak lepas dari perkembangan sebuah kota metropolitan, termasuk Semarang.
"Dampak dari banyaknya pengangguran, paling mudah `kan memang berjualan (PKL). Namun harus mau ditata. Seperti di kawasan Tlogosari sudah disediakan Shelter Suryokusumo," kata politikus PDI Perjuangan itu.
(Antara Jateng)
Duta BKSAP DPR RI Juliari P Batubara Memperjuangkan Beasiswa Yang Terhenti di Turki
Sejumlah isu termasuk penghentian beasiswa untuk mahasiswa Indonesia di Turki menjadi perhatian delegasi DPR RI dalam pertemuan bilateral dengan delegasi Parlemen Turki. Agenda ini berlangsung di sela-sela sidang 1st Executive Council and Staff and Financial Regulations APA (Asian Parliamentary Assembly) yang diadakan di Phnom Penh, Kamboja, 26 – 27 September 2016.
Dua perwakilan Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Juliari Batubara Duta BKSAP ini bersama-sama memperjuangkan kelancaran mahasiswa Indonesia yang menuntut Ilmu di negara tersebut.
Dalam pertemuan yang berlangsung akrab antara kedua belah pihak tersebut, ia menyebut DPR memberikan perhatian dan berupaya mencarikan solusi bagi sekitar 280 mahasiswa peserta program PASIAD yang terhenti akibat pergolakan politik di negara tersebut.
Pada bagian lain Ketua Delegasi DPR Juliari Batubara (F PDI Perjuangan) juga memberikan apresiasi atas pemberian akses konsuler bagi tiga mahasiswa Indonesia yang sempat ditahan otoritas Turki dengan tuduhan terlibat gerakan Hizmet/FETO. Saat ini KBRI Ankara sudah memperoleh akses kekonsuleran pada mahasiswa Indonesia yang ditahan dan dijadwalkan akan menjalani persidangan pada bulan November 2016.
“Kami berterimakasih atas kerjasama pemberian akses konsuler yang diberikan oleh pemerintah Turki kepada pelajar Indonesia di Turki dan kerjasama yang baik antara instansi terkait untuk permasalahan tersebut,” tutur Juliari.
Menanggapi hal tersebut, Buryan Kayaturk, selaku Ketua Delegasi Parlemen Turki menyatakan bersedia membantu perihal penghentian beasiswa mahasiswa Indonesia dan berjanji akan mengangkat isu ini dalam pembukaan paripurna Grand National Assembly.
Delegasi DPR RI dan Parlemen Turki sama-sama berharap kerjasama di antara dua negara akan semakin meningkat di sektor perdagangan yang saat ini dibahas melalui Indonesia-Turkey Comprehensive Trade Agreement (IT-CTEPA). Kedua pihak juga sepakat meningkatkan dialog antara Indonesia danTurki pada berbagai bidang termasuk menuntaskan permasalahan islamofobia.
Sabtu, 06 Mei 2017
Juliari : Semarang Bersih Menarik untuk Wisatawan
Semarang, ANTARA JATENG - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Juliari P. Batubara menilai Kota Semarang, Jawa Tengah, harus tampil lebih bersih untuk bisa menggaet lebih banyak kunjungan wisatawan.
"Dibandingkan dengan kota-kota besar di daerah lain, apalagi negara lain, Semarang termasuk kota yang kurang bersih," katanya saat "Reses dan Kunjungan Kerja" di Balai Kelurahan Tlogosari Kulon, Kota Semarang, Jumat.
Reses di Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, itu merupakan bagian dari kegiatannya di Semarang selain di Kecamatan Mijen, dan menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-470 Kota Semarang.
Seiring dengan hari jadi ke-470 Kota Semarang, Ari, sapaan akrab Juliari mengatakan kebersihan adalah daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung, baik domestik maupun mancanegara.
"Kalau kotanya kurang bersih, wisatawan yang berkunjung kan menjadi kurang nyaman," kata anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I, meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, dan Salatiga itu.
Tentunya, kata politikus PDI Perjuangan itu, kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat Pemerintah Kota Semarang, melainkan seluruh pihak, khususnya masyarakat yang harus berperan aktif.
"Warganya harus ikut berperan aktif, misalnya tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan sungai, dan sebagainya," kata Ketua Panja Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) DPR RI itu.
Selain itu, Ari juga merefleksikan HUT Kota Semarang dengan mengajak masyarakat bergerak maju dalam pola pikir seiring dengan pembangunan fisik yang gencar sebagai kota metropolitan.
"Semarang adalah salah satu kota besar di Indonesia. Harus betul-betul bisa menjadi kota yang maju. Bukan hanya fisik, teknologinya, melainkan juga masyarakatnya yang maju dalam pola pikirnya," katanya.
Apalagi, kata dia, Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah pasti menjadi rujukan bagi daerah-daerah lain, terutama yang ada di provinsi tersebut.
"Maju ini tidak hanya berkaitan dengan kesejahteraan, tetapi pemikiran dan wawasan. Kota-kota lain yang ada di Jateng pasti akan berkaca dari Semarang," pungkas Ari.
Kamis, 06 April 2017
Juliari Batubara : BUMN Merugi Direksi Kaya Raya
jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Juliari Peter Batubara menyatakan tidak heran jika disebut Badan Usaha Milik Negara atau BUMN menjadi ladang korupsi bagi para pejabatnya. Karena itu, dia merasa tidak heran jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar korupsi proyek pemesanan kapal perang oleh Filipina kepada Indonesia yang menjerat pejabat BUMN ini.
"Di banyak BUMN, sudah lama permainan itu terjadi, terutama dalam pengadaan, bukan hanya di PT PAL," kata Juliari menjawab wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa(4/4/2017).
Juliari tidak memerinci lebih jauh seperti apa yang dimaksud dengan ladang korupsi bagi pejabat BUMN. Tetapi dia hanya menyebut indikasinya.
"Indikasinya apa? Sudah tidak rahasia lagi jika banyak BUMN kita yang merugi, tapi anehnya, direksi-direksinya bisa hidup bergelimang harta. Keluarga mereka bergaya hidup hedonis," ujar Juliari yang akrab disapa Ari.
Ladang korupsi itu, Ari memang sudah rahasia umum, terlebih jika melihat pengelolaan managemen yang umumnya tidak transparan. Hal ini bertolak belakang dengan status BUMN adalah milik negara.
"Anehnya lagi, kalau kita pertanyakan dalam rapat-rapat di Komisi VI, seringkali penjelasannya muter-muter," katanya seraya menambahkan, sudah pasti dalam rapat kerja dengan Meneg BUMN kasus korupsi di PT PAL akan dipertanyakan.
Karena itu, Juliari berpendapat rekrutmen direksi BUMN harus dibuat lebih transparan sebagai solusinya. Nama calon direksi yang akan dipilih supaya diumumkan di publik, siapa-siapa saja yang dicalonkan.
Kemudian diberikan waktu yang cukup kepada masyarakat untuk menilai rekam jejak atau track record mereka.
"Artinya, kalau tidak ada laporan yang "aneh-aneh" dari publik disertai bukti, berarti calon tersebut "lumayan" tidak bermasalah," kata Juliari menyarankan.
Setidak-tidaknya tambah dia, ada terobosan yang dilakukan dengan pembenahan dari sisi rekrutmen calon direksi BUMN.
Wakil Bendahara DPP PDI Perjuangan ini juga menyarankan, setelah ada direksi yang baru, maka harus dibuat kontrak kinerja dengan pemerintah selama masa jabatannya.
"Nah, kalau tidak tercapai target, minimal 90 persen nya, maka direksi tersebut tidak perlu diperpanjang lagi atau tidak akan direkrut lagi untuk ke BUMN lainnya,"pungkasnya.
KPK telah menetapkan Dirut PT PAL Muhammad Firmansyah Arifin sebagi tersangka penerima suap terkait penjualan kapal ke Filipina setelah Kamis (30/3/2017) sore melakukan operasi tangkap tangan terhadap dua orang di Cawang, Jakarta Timur. Penyidik KPK mengamankan amplop berisi uang sekitar Rp 333 juta. Selain Firmansyah, KPK juga menetapkan dua pejabat PT PAL dan seorang pihak swastasebagai tersangka dan langsung ditahan.
Jumat, 17 Maret 2017
Juliari : Korupsi Itu Pribadi Bukan Partai
Semarang, ANTARA JATENG - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Juliari P Batubara menegaskan persoalan korupsi merupakan tanggung jawab pribadi atau individu meski dilakukan politikus partai politik.
"Sudah berkali-kali disampaikan di PDI Perjuangan. Kalau sudah bicara soal korupsi, ya, tanggung jawab sendiri," katanya saat kunjungan kerja masa reses di Kelurahan Kembangarum, Semarang, Senin.
Pernyataan itu diungkapkan Ari, sapaan akrab Juliari menanggapi sejumlah kader PDI Perjuangan yang disebut-sebut tersangkut kasus korupsi E-KTP yang merugikan negara mencapai Rp2,3 triliun.
Setidaknya ada empat kader partai berlambang banteng itu yang disebut-sebut tersangkut kasus korupsi E-KTP, yakni Olly Dondokambe, Ganjar Pranowo, Yasonna Laoly, dan Arief Wibowo.
Politikus PDI Perjuangan itu meminta masyarakat sebaiknya menunggu hasil persidangan daripada berspekulasi mengenai isu yang berkembang mengenai kasus yang menyeret banyak anggota DPR itu.
"Ya, soal korupsi itu kan orang-perorang. Kalau terbukti bersalah, ya, dipecat dari keanggotaan parpol. Namun, tunggu saja pembuktian dari pengadilan," kata Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan itu.
Yang jelas, Ari yang juga Ketua Panitia Kerja Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) DPR RI itu mengatakan partai pasti bertindak tegas terhadap kadernya yang melakukan pelanggaran, apalagi korupsi.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menjadi salah satu politikus yang disebut menerima aliran dana korupsi E-KTP menegaskan bantahannya dan tidak pernah menerima aliran duit itu.
"Saya gak merasa menerima dan hari ini `statement` saya, saya tidak pernah menerima," kata politikus PDI Perjuangan itu, di sela kunjungan kerja di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (9/3).
Ganjar mempersilakan jaksa membuktikan dakwaan yang menyebutkan dirinya menerima aliran dana korupsi E-KTP tahun anggaran 2011-2012 itu karena penyebutan namanya hanya berdasar keterangan pihak-pihak yang masih harus dibuktikan.
Ia mengungkapkan ada tiga spekulasi terkait dengan dugaan dirinya menerima aliran dana E-KTP dan siap memberikan keterangan sebagai saksi di persidangan kasus korupsi E-KTP.
"Spekulasi pertama, Ganjar menerima sejumlah itu, spekulasi kedua, Ganjar dapat jatah tapi tidak mau menerima, dan spekulasi ketiga, Ganjar mungkin sudah dijatah terus dipegang orang lain, tidak sampai ke Ganjar," katanya.
Seperti diwartakan, nama Ganjar Pranowo yang saat itu menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR RI disebut jaksa dalam dakwaan telah menerima aliran dana pengadaan E-KTP sebesar 520 ribu dollar AS.
Hal tersebut disampaikan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irene Putri di pengadilan Tipikor, Jakarta, saat membacakan dakwaan dalam kasus korupsi E-KTP dengan dua terdakwa, yakni Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Imran dan Pejabat Pembuat Komitmen pada Dukcapil Kemendagri Sugiharto.
Jumat, 10 Maret 2017
Juliari : Wirausaha Baru Hadapi Kendala Pembiayaan
Anggota Komisi VI DPR RI Juliari Peter Batubara mengatakan sampai saat ini, wirausaha-wirausaha baru masih sering mendapatkan kendala untuk berekspansi, terutama dalam hal pembiayaan.
“Syarat-syarat yang terlalu berat untuk mendapatkan pinjaman dari bank masih merupakan kendala utama,” kata Juliari menjawab wartawan di Jakarta, Selasa (7/3).
Wakil Bendahara DPP PDI Perjuangan ini menilai usaha Kementerian Perindustrian yang menargetkan 5.000 wirausaha baru dan pengembangan 1200 sentra Industri Kecil Menengah (IKM) tahun ini memang ideal. Sebagai target kata Juliari boleh-boleh saja, tetapi yang perlu diketahui adalah apa dan bagaimana kendala yang dihadapi.
Karena itu Juliari menawarkan solusinya, yaitu lebih baik pemerintah menunjuk 1-2 bank BUMN yang berhak menyalurkan pinjaman ke IKM dengan bunga lebih lunak dan persyaratan yang lebih mudah.
Bila perlu Otoritas Jasa Keuangan bisa juga menyesuaikan peraturannya untuk mengakomodasi hal ini.
"Saya kira solusinya seperti itu, supaya wirausaha baru semakin tumbuh dan berkembang,” kata putra sulung tokoh nasional AP Batubara ini.
Apalagi lanjut Juliari, saat ini terkesan BUMN-BUMN yang ada menjadi justru konglomerasi baru, yaitu denga mengambil bisnis dari hulu ke hilir. Tentu saja ini tidak benar dan tidak sesuai dengan konstitusi.
"BUMN tidak perlu merambah ke semua bisnis, bahkan modusnya yaitu dengan mendirikan anak perusahaan hingga cucu perusahaan untuk masuk ke bisnis baru yang sebenarnya bisa diserahkan ke wirausaha/pihak swasta,” imbuh anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I ini.
Bagaimana pun, kata Juliari, dengan praktek demikian tentunya membuat persaingan menjadi tidak sehat, dan para wirausahawan yang tadinya berbisnis di sektor tersebut, bisa kehilangan bisnisnya karena diambil BUMN.(fri/jpnn)
http://m.jpnn.com/news/dpr-wirausaha-baru-hadapi-kendala-pembiayaan
Langganan:
Postingan (Atom)