Senin, 08 Agustus 2016

Juliari P Batubara : Bantu Permodalan UMKM Lewat Koperasi


Semarang, 7/8 (BeritaJateng.net) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Juliari P. Batubara mendorong kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membentuk koperasi untuk akses permodalan.

“Permodalan selama ini kerap menjadi kendala ‘temen-temen’ UMKM. Padahal, akses permodalan sebenarnya cukup banyak, seperti lewat kredit usaha rakyat (KUR),” katanya di Semarang.

Hal itu disampaikan legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I yang meliputi Kota Semarang, Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Kendal itu saat reses di Kecamatan Ngaliyan Semarang.

Diakuinya, permasalahan permodalan bagi UMKM selalu menjadi pertanyaan masyarakat dalam setiap kegiatan serap aspirasi masyarakat atau reses yang digelarnya di daerah-daerah pemilihannya.

Ari, sapaan akrab Juliari menjelaskan permodalan juga bisa diakses melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir-Koperasi dan UMKM (LPDB-KUMKM), perbankan, termasuk pemerintah daerah setempat.

“Bu Wawali (Hevearita Gunaryanti Rahayu, red.) tadi juga sampaikan di Dinas Koperasi juga ada. Hanya saja kendalanya teman-teman (UMKM, red.) kurang aktif dalam mencari akses modal,” katanya.

Namun, kata politikus PDI Perjuangan tersebut, permodalan juga kerap kali terkendala agunan yang dipersyaratkan, sementara para pelaku UMKM tidak cukup agunan untuk mendapatkan modal.

“Makanya, teman-teman UMKM harus aktif mencari akses (modal, red.). Tetapi, harus berbentuk badan hukum. Perorangan, ya, bisa, namun harus ke bank dengan persyaratan agunan itu tadi,” katanya.

Dari pemerintah daerah, anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi industri, perdagangan, dan koperasi itu, hampir semua sudah menganggarkan meski dari besaran anggaran tetap tidak mencukupi.

“Soal cukup atau tidak cukup, pasti tidak cukup. Namun, dengan anggaran yang ada hampir semua pemda sudah menganggarkan (modal UMKM, red.). Di luar itu kan bisa juga melalui koperasi,” katanya.

Maka dari itu, Ari menyayangkan banyak koperasi yang mati suri karena tidak bisa dibantu oleh pemerintah, padahal keberadaan koperasi bisa membantu pengembangan sektor UMKM yang ada.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang hadir pada kesempatan itu menyebutkan UMKM bisa mengakses modal melalui Dinas Koperasi dengan bunga rendah, yakni 7 persen.

“Dari badan usaha milik daerah (BUMD), Pemerintah Kota Semarang juga punya Perusahaan Daerah (PD) BPR Bank Pasar yang juga bisa menyalurkan pinjaman lunak,” pungkas Ita, sapaan akrab Hevearita. 

Minggu, 07 Agustus 2016

Juliari Pemangkasan Anggaran Untuk Atasi Defisit


Semarang (ANTARA News) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Juliari P. Batubara menyepakati kebijakan pemerintah untuk memangkas anggaran pusat dan transfer daerah pada APBN-P 2016 guna mengatasi defisit.

"Ya, pengurangan APBN (APBN-P 2016, red.) kan memang karena target penerimaan yang kurang realistis. Artinya, kalau tidak dikurangi anggarannya maka defisitnya makin lebar," katanya di Semarang, Sabtu.

Hal tersebut disampaikan legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I yang meliputi Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Kendal itu saat reses di Kecamatan Ngaliyan Semarang.

Apabila defisit anggaran makin lebar, kata Ari, sapaan akrab Juliari, bukan hanya melanggar perundang-undangan, tetapi juga menyusahkan masyarakat sehingga wajar kalau dilakukan pemangkasan APBN-P 2016.

"Pemangkasan anggaran, menurut saya wajar-wajar saja kalau ternyata penerimaannya memang meleset jauh," kata anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi industri, perdagangan, dan koperasi tersebut.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memutuskan untuk memangkas Rp133,8 triliun anggaran pemerintah pusat dan transfer daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) Perubahan 2016.

Pemangkasan itu dilakukan dengan mengurangi belanja kementerian/lembaga sebesar Rp65 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp68,8 triliun.

Mengenai gebrakan yang dilakukan Menkeu Sri Mulyani, salah satunya dengan pemangkasan anggaran itu, politikus PDI Perjuangan itu optimistis kondisi ekonomi Indonesia akan terus membaik.

"Banyak kalangan menilai kembalinya Sri Mulyani bisa memulihkan kepercayaan pasar terhadap Indonesia, ya, mungkin tujuannya seperti itu. Makanya, lihat saja apa benar seperti itu," katanya.

Ari tetap menaruh harapan tinggi terhadap langkah-langkah yang dilakukan Sri Mulyani karena perekonomian Indonesia masih belum pulih sehingga minimal pasar bisa lebih berekspektasi positif.

"Artinya, kalau pasar punya ekspektasi positif, kemudian diikuti langkah-langkah kebijakan ekonomi yang sesuai harapan, tentunya akan lebih membaik kondisi ekonomi Indonesia," pungkasnya.
http://m.antaranews.com/berita/577209/dpr-pemangkasan-anggaran-untuk-atasi-defisit