Dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan Juliari mengatakan " Ada yang bilang politik kotor ini itu ya kalian (genereasi muda) masuk lah ke politik buatlah isilah dunia politik di Indonesia dgn yang orang orang baik, dengan orang orang yang punya idealisme , dengan orang orang yang sangat menjiwai empat pilar dengan orang orang yang bisa membentengi dirinya sendiri, artinya apa dunia politik Indonesia di penuhi orang orang yang baik tetapi kalau orang orang yang baik tidak mau masuk politik ya isinya orang orang kotor semua yang masuk. Saya mengharapkan para generasi muda masuk ke politik. Jangan hanya bilang politik itu kotor dan sebagainya tetapi kalian (generasi muda) tidak mau menyentuh dan masuk politik sama sekali".
Senin, 25 April 2016
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Anggota MPR RI Juliari P Batubara
Sabtu, 23 April 2016
Juliari Generasi Muda Jangan Takut Berpolitik

Semarang, 22/4 (BeritaJateng.net) – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Juliari P Batubara menegaskan generasi muda untuk tidak takut berpolitik atau masuk dalam dunia politik.
“Ada yang bilang politik itu kotor, dan sebagainya. Ya, kalau kalian (generasi muda, red.) tidak masuk, ya, akan kotor terus,” kata politikus PDI Perjuangan itu di Semarang, Jumat.
Hal itu diungkapkan Ari, sapaan akrab Juliari saat sosialisasi empat pilar kebangsaan yang diselenggarakan MPR RI dan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Semarang.
Menurut dia, kehadiran generasi muda untuk berpolitik diharapkan mampu “membersihkan” praktik-praktik yang kurang benar dalam perpolitikan sehingga tercipta politik yang bersih dan sehat.
“Saya mengharapkan banyak generasi muda masuk ke politik. Jangan kemudian karena menganggap politik itu kotor, dan sebagainya, kemudian tidak mau menyentuh sama sekali,” katanya.
Terutama, kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I itu, kehadiran kaum perempuan, mengingat selama ini masih minim perempuan berpolitik.
Ari juga meminta generasi muda tidak patah semangat dengan kian minimnya figur-figur elite yang bisa dijadikan teladan, sebab keteladanan tidak harus didapatkan dari orang yang masih hidup.
“Panutan saat ini tidak banyak, namun jangan putus asa. Tidak selalu orang yang masih hidup (dijadikan panutan, red.). Misalnya, saya meneladai perjuangan ayah dan kakek saya,” katanya.
Banyak juga pahlawan-pahlawan yang bisa dijadikan panutan dan diteladani sikap-sikap, serta semangat kepahlawanannya, termasuk tokoh-tokoh Muhammadiyah yang bisa dijadikan teladan.
Bahkan, Ari meminta generasi muda terdorong menjadikan dirinya sebagai panutan kawan-kawannya, dalam lingkup sekecil apapun sehingga menginspirasi orang lain untuk berbuat lebih baik
Jumat, 01 April 2016
Juliari P Batubara Minta DED Pasar Johar Dirampungkan
Antara Jateng - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Juliari P Batubara meminta penyusunan DED (detail engineering design) pembangunan Pasar Johar Semarang segera dirampungkan.
"Ya, harus DED dulu. Kalau sudah diselesaikan bisa segera dibahas di pusat," katanya saat kegiatan penjaringan aspirasi atau reses di Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Semarang, Rabu.
Semakin cepat DED diselesaikan, menurut dia, akan semakin baik, sebab mempercepat pembahasan mengenai kebutuhan anggaran yang ditanggung pusat dan pembangunan Pasar Johar bisa segera dilakukan.
Sebelum memulai kegiatan resesnya, Ari, sapaan akrab Juliari, juga sempat meninjau Pasar Johar Semarang bersama rombongan Komisi VI DPR RI yang membidangi industri, perdagangan, dan koperasi.
Politikus PDI Perjuangan itu, mengakui pembangunan Pasar Johar memerlukan dana yang besar sehingga harus dipikul bersama pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.
"Makanya, segera DED-nya dulu. Nanti pemerintah kota dulu menyetujui berapa? Kurangnya berapa, provinsi dan pusat melalui APBN. Kalau semakin lama kan malah rugi sendiri," katanya.
Selain pembangunan Pasar Johar, Juliari juga menyoroti implementasi penyaluran dana bantuan modal dari kalangan perbankan untuk mempercepat pemulihan iklim usaha para pedagang Pasar Johar.
"Tadi, dari Bank Mandiri, BNI, dan BRI juga ada, mereka siap membantu. Saya rasa ini baik, perlu ada sosialisasi lebih kencang lagi untuk memacu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," katanya.
Pascakebakaran Pasar Johar, Pemerintah Kota Semarang membangun Lapak Sementara Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang untuk menampung para pedagang korban kebakaran.
Sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan Pemkot Semarang, para pedagang Pasar Johar yang selama ini menempati lapak-lapak darurat diharuskan pindah ke Lapak Sementara Pasar Johar.
Pada Rabu, Pemkot Semarang juga membantu memfasilitasi armada truk dari satuan-satuan kerja perangkat daerah untuk membantu mengangkut barang-barang dagangan ke lapak sementara.
Langganan:
Postingan (Atom)