Kamis, 09 Januari 2014

Ototips Bersama Juliari P. Batubara

Banjir ? Tak perlu panik  : hujan sehari hari dan genangan dimana mana sangat sering pengendara terpaksa menerjang banjir meskipun berisiko pada mesin. Namun perhatikan beberaoa perilaku yang tidak tepat saat kita berhadapan dg banjir karena bs sangat fatak seperti turun mesin misalnya. Saran yg banyak diyakini pengendara adlah, injak gas dalam2 dan melaju dwngan setengah koplong. Alasanya supaya knalpot tidak kemasukan air. Pemahaman itu sebetulnya keliru. Yg berbahaya bukan karena air masuk dr knalpot tetapi air yang masuk melalui air intake karena kondisi itu akan mengakibatkan water hamner yang berdampak fatal. Dengan putaran mesin rendah pada gigi 1 air tidak akan masuk ke knalpot. Karena itu kalau pun terpaksa menerjang banjir. Jaga jarak dan kecepatan pada gigi 1 , dan tidak perlu setengah kopling. Posisi setengah kopling justru berisiko kampas kopling terbakar dan kalau itu terjadi dalam kondisi banjir akan lebih membahayakan lagi. Beberapa eksperimen dan ketidaksengajaan keteika air masuk dalam knalpot terbukti tidak mengakibatkan masalah pada mesin gangguan yg muncul hanya sementara. Seperti misalnya , mesin tersendat sendat tetapi setelah kendaraan diduamkan sementara waktu mesin bisa berfungsi kembali.
*Saringan udara
Masalah besar justru muncyk ketika air masuk melalui air intake atau saluran udara, air akan mengusi ruang bakar dan menyebabkan tekanan dari pembakaran melebihi kapasitas piston. Selanjutnya bisa ditebak , piston bisa rusak . Piston seperti memperoleh tekanan yg berlebih dan karena tidak sesuai dengan ukuran , piston bisa rusak.kerusakan bisa lebih parah dalam mesin bisa terjadi karena hantaman piston terjadi dalam hitungan ribuan kali per menit. Karena asal mulanya adalah air yang masuk melalui saluran udara, maka kejadian itu diistilahkan water hammer( secara harfiah artinya, palu godam air).  Karena itu, yang terpenting tentu pastikan dulu apakah posisi air intake kendaraan pada posisi rendah atau diatas ketinggian banjir. Jika posisi rendah tidak perlu ngotot menyalakan mesin dengan kencang karena hal itu justru memperbesar daya hisap saluran udara segingga kemasukan air.dengan demikian , jika sudah tidak memungkinkan lagi untuk melaju dengan gigi satu karena sudah terlanjur terendam, jangan panik, matikan saja mesin. Ini jauh lebih aman dari pada mencoba coba menyalakan mesin yang beresikp wayer hammer , ingat water hammer bisa berakibatkan turun mesin. Lebih baik dorong mobil atau panggil derek mobilu untuk membawa mobil ketempat yg lebih aman dan tunggu sekitar dua jam sebelum menyalakan mesin. Terakhir setelah lolos dari genangan banjir , jgn terburu burubmenjalankan kendaraan. Coba berkali kali rem karena biasanya ren terasa blong akibat basah dan licin. Kondisi rem terasa blong itu biasa dan tidak perluembuat panik . Setelah mencoba rem sampai terasa normal kembali. Kendaraan anda sudah aman untuk melanjutkan perjalanan. Jadi sekali lagi , jangan panik saat banjir.